Pilot senior bagikan 5 trik jitu atasi Jet Lag

Ilustrasi tidur
Menempuh jarak yang jauh seperti antar benua memang paling praktis menggunakan pesawat terbang. Waktu tempuh yang dibutuhkan jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan darat atau laut. Tapi, ada risiko di balik kenyamanan terbang. Tak jarang setelah terbang puluhan jam, perbedaan waktu kerap membuat penumpang mengalami jet lag. Jet lag yang berimbas pada metabolisme tubuh tentu akan menghambat aktivitas.

Tapi, ada cara untuk mengatasi perubahan waktu dengan smooth. Pilot berpengalaman, Kapten de Crespigny, kerap mendapat pertanyaan tentang bagaimana pilot mengatasi perubahan zona waktu. Hingga akhirnya Crespigny berbagi tips untuk melawan jet lag.

"Semua orang bertanya kepada pilot, bagaimana mereka mengatasi perubahan waktu. Ya itu memang sulit, tapi setelah terbang bertahun-tahun, aku belajar sedikit trik yang bisa membantu mengatasinya," ujarnya dilansir News.com.au. Berikut ini tipsnya:

Selaraskan tubuh
"Tips utama saya untuk mencoba membuat tubuh selaras, adalah dengan bantuan sinar matahari di tempat tujuan secepat mungkin," kata sang Kapten.

Jadi ketika menghabiskan waktu seharian di dalam pesawat untuk menuju belahan dunia lainnya, atur waktu makan, nonton film, bekerja dan tidur sesuai wilayah baru tujuan dibanding tempat yang baru saja ditinggalkan. Begitu usai lepas landas, selaraskan ke-empat hal itu dengan tempat tujuan. Tubuh akan terasa lebih baik ketika tiba di tujuan.

Paparan sinar matahari sesegera mungkin
"Ritme tubuh dikontrol oleh kortisol, yang menentukan berapa banyak energi dihasilkan oleh sel. Jadi energi meningkat dan menurun berbarengan dengan tingkat kortisol. Sedangkan kadar kortisol naik atau turun bersamaan dengan matahari."

Sehingga ketika mendarat kita perlu terpapar matahari. Untuk tubuh menjadi normal sepenuhnya, perlu seharian penuh untuk setiap jam perubahan waktu. Tapi manusia bisa memancing ritme sirkadian (proses biologis) lebih cepat dari biasanya jika mendapat matahari sedini mungkin.

Atur cahaya
Sebaiknya tidur dengan seminim mungkin cahaya. Crespigny berkata, "Saya juga menyarankan untuk tidur dalam pesawat dengan menyingkirkan ponsel. Pasalnya cahaya biru dari ponsel membuat kita terjaga. Atau setidaknya ubah pengaturan cahaya. Gunakan penutup mata dan earplug untuk menutup suara dan cahaya dari kabin,"

Terus bergerak
Meski baru menempuh perjalanan jauh, tubuh harus aktif. "Ketika sudah mendarat, bergeraklah. Saya pribadi senang untuk meletakkan tas di hotel kemudian mengenakan sepatu lari dan berlari ringan. Itu sungguh cara hebat untuk melihat-lihat tujuan baru dan benar-benar 'mengisi' tubuh kembali. Saya juga bahkan membawa catatan untuk berjaga-jaga jika saya mungkin menemukan ide bagus ketika berlari."

Jangan lawan tubuh
Tubuh punya alarm tersendiri untuk kebaikan pemiliknya, jadi sebaiknya jangan abaikan 'suara' tubuh. Dikatakan oleh Crespigny, "Aturan nomor satu setelah terbang selama 30 tahun adalah, ketika saya lelah, saya akan tidur, dan jika tidak, saya akan terjaga dan bekerja. Cobalah untuk tidak melawannya. Cukup dengarkan tubuhmu."

Post a Comment

0 Comments