Percaya diri meningkat jika memakai baju dengan warna mencolok?

Ilustrasi sedang memilih baju
Umumnya, orang menganggap bahwa pakaian warna merah merupakan representasi ketegasan mental yang diaplikasikan dalam tampilan. Persepsi merasa diri lebih menarik secara fisik biasanya muncul tatkala berpenampilan dengan warna mencolok. Benarkah demikian?

Huffingtonpost melaporkan, sebuah studi berusaha mengungkap korelasi tampilan warna mencolok dengan perubahan persepsi si pemakainya. European Journal of Social Psychology di Jerman melakukan riset terhadap 180 mahasiswa yang mengenakan pakaian warna merah atau biru. Masing-masing responden mengamati diri mereka sendiri melalui cermin dan jepretan kamera. Sang peneliti menyimpulkan bahwa secara fisik orang yang mengenakan warna mencolok merasa dia lebih menarik.

Persepsi tersebut didorong anggapan orang yang mengenakan, bahwa tampilannya mungkin akan lebih menarik perhatian saat membaur di lingkungan sosial. Namun persepsi itu tak mendorong survei lain. Baru baru ini penelitian serupa dari Anne Berthold, peneliti dari University of Zurich, mengungkapkan bahwa mungkin saja orang yang mengenakan warna tersebut terlalu fokus memperhatikan tampilan mereka sendiri padahal orang lain pun tak memperhatikan apa yang dikenakannya. Atau pula, karena mereka memang sudah terbiasa mengenakan warna mencolok dalam kesehariannya.

Apalagi studi dari European Journal of Social berasumsi bahwa warna bisa menjadi aspek di balik prediksi karakteristik personal seseorang atas efek warna tersebut. Misalnya warna merah yang dikenakan bisa diprediksi atas suatu ciri kepribadian tertentu. Dalam hal ini Berthold menyanggah argumen tersebut lantaran bisa jadi seseorang kurang percaya diri mengenakan warna mencolok karena ada perasaan berbeda. 

Persepsi efek warna mencolok tak dirasakan oleh populasi umum lainnya. Terlebih, 180 responden itu dianggap tak mewakili populasi umum, lantaran terlalu sedikit dan sulit menemukan kesimpulan akurat apakah persepsi itu berlaku bagi populasi gender ataukah salah satu gender.

Terlepas dari itu semua, tak ada salahnya jika Anda sesekali mencoba mengenakan warna warna mencolok karena untuk momen tertentu, warna mencolok bisa jadi konsep visual yang tepat untuk digunakan. 

Hasil dari penelitian pada 2010 lalu menyatakan bahwa wanita lebih tertarik pada laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna mencolok. Warna kontras memang kental dengan representasi kekuatan mental sedangkan warna biru bisa mendorong seseorang lebih kreatif dan eksploratif. 

Jadi, seringkah Anda mengenakan kedua warna tersebut? Atau justru karena sudah sangat terbiasa, tidak ada efek psikologis sedikit pun.

Post a Comment

0 Comments