Agar tidak terkecoh dengan mata uang asli saat berlibur, coba tips ini

Ilustrasi penukaran uang
Berlibur ke negara lain merupakan hal menyenangkan dan bisa menjadi pengalaman baru dalam hidup. Berbeda dengan berlibur di dalam negeri, berlibur ke luar negeri ada banyak hal menantang, dari mulai kondisi cuaca, bahasa, hingga mata uang. Hal terakhir ini yang perlu diwaspadai karena tak sedikit turis yang ditipu saat sedang berlibur karena tak paham betul nilai tukarnya. 

Tapi selalu ada cara untuk melindungi diri agar terhindar dari penipuan. Pengacara hak konsumen, Michelle Couch-Friedman, memberikan beberapa saran pada para turis yang berlibur ke negara manapun. Menurutnya hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami dulu nilai tukar mata uang di negara yang akan mereka tuju.

"Luangkan waktu untuk melihat kembali uang yang sudah ditukar sehingga bisa mengenalinya. Misalnya saja uang kertas 1000 bisa tertukar dengan uang 100 saat di luar negeri jika tak mengenali warna dan tampilan mata uang asing negara itu." katanya dilansir dari laman The Sun. 

Perlu diketahui juga mau ditukar mata uang apa yang diperlukan sebelum bepergian. Holidaysafe mencatat bahwa satu dari 10 turis salah menukarkan mata uang di negara tujuan. Misalnya seperti Turki, Bulgaria, Republik Ceko, mata uang Euro tidak digunakan di sana. 

Dia juga menyarankan mengunduh aplikasi converter uang seperti Xe sehingga tahu pasti berapa uang dikeluarkan untuk membayar, terutama jika itu dalam jumlah besar. 

"Saya sering mendengar mereka (turis) yang baru pulang berlibur mengatakan 'aku pikir aku membayar Rp183 ribu, ternyata Rp1,8 juta,'itu karena mereka bingung dengan nilai tukar mata uangnya."

Post a Comment

0 Comments