TEKNOLOGI - Chatbot hukum pertama di Indonesia

TEKNOLOGI - Chatbot hukum pertama di Indonesia 

Era disrupsi digital yang terus menerjang mengharuskan banyak pihak berbenah diri, khusunya dari segi teknologi informasi. Keberadaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence ( AI ) menjadi keniscayaan dizaman yang semakin cangggih ini. Melalui teknologi, masyarakat dapat dimudahkan untuk memenuhi segala kebutuhannya.
Berangkat dari alasan itu pula yang membuat Hukumonline melahirkan platform chatbot bernama LIA, Singkatan dari Legal Intelligence Assistant. LIA merupakan chatbot hukum pertama di Indonesia yang bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan konten edukasi hukum. LIA dapat diakses melalui lia.hukumonline.com .

Lahirnya LIA merupakan bentuk komitmen Hukumonline dalam memberikan edukasi hukum serta meningkatkan kemudahkan bagi pembaca dalam mengakses konten Hukumonline. Komitmen tersebut sesuai misi Hukumonline yang dirintis sehak 2000, dengan membangun portal referensi hukum pertama di Indonesia, yaitu Hukum untuk semua.

Melalui LIA, masyarakat dapat dengan mudah berinteraksi hingga bertanya seputar masalah hukum perkawinan, hukum perceraian, dan hukum waris. LIA digambarkan sebagai perempuan generasi milenial yang ceria, cerdas dan berpenampilan stylish.

" Bertepatan pada ulang tahun Hukumonline.com ke-18 kami dengan bangga memperkenalkan chatbot Legal Intelligent Assistant, atau yang kami panggil LIA.
LIA merupakan chatbot berteknologi Artificial Intelligence yang mampu memahami dan merespons pertanyaan terkait hukum," tutur Chief Technology Officer Hukumonline, Aekka Dhiratara dalam keterangan tertulisnya.

LIA berusia 23 tahun, cerdas dan melek hukum karena sering mmbaca artikel dari klinik Hukumonline merupakan rubik tanya-jawab yang diasuh anak anak muda berlatar hukum dan juga bekerja sama dengan ratusan Profesional hukum.



DAPAT MERESPON MANUSIA DENGAN BAHASA SELAYAKNYA
LIA dibekali dengan teknologi AI bernama Natural Languange Procesing  ( NLP ) , yaitu kemampuan untuk memahami dan menulis bahasa dengan NLP, LIA mengerti apa yang ditulis pengguna dan mampu merespon dengan bahasa layaknya manusia.

Teknologi NLP memungkinkan interksi lebih jauh natural, Dengan demikian , pengguna LIA sapat lebih nyaman saat bertanya
"kami harus terus melakukan inovasi tiada henti dalam mengemas konten hukum agar dapat mudah dipahami dan bermanfaat buat masyarakat luas," kata Arkka.

Manager Klinik hukumonline, menuturkan, terdapat tiga kategori hukum yang dapat dijawab LIA. 
Kedua, Hukum percraian hingga hak asuh anak. Ketiga adalah hukum watis yang mencakup waros

Seluruh Info ini merupakan pengembangkan dari data jawabann Klinik nya yang terus berkembang dan dikumpulkan sejak 18 tahun silam," ujar Ayu.

Post a Comment

0 Comments